Jumat, 05 April 2013
Senin, 18 Maret 2013
Pemanfaatan Radioaktif dalam Bidang Kedokteran
ini adalah salah satu contoh makalah fisika mengenai pemanfaatan radioisotop
semoga bermanfaat. by M. Nurcholis, Nabylatun Nadira (XII IPA 2013 SMAN 1 KALIORANG)
Kata
pengantar
Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan
Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan karunianya-Nyalah Kami dapat
menyelesaikan makalah ini dengan baik. Kami mengucapkan terima kasih kepada
Guru pembimbing bidang studi FISIKA, serta teman- teman yang telah membantu
dalam penyelesaian tugas membuat makalah pemanfaatan radioaktif.
Makalah ini disusun agar pembaca
dapat memperluas ilmu tentang pemanfaatan radioaktif dalam bidang kedokteran.
FISIKA adalah ilmu yang mempelajari tentang materi atau zat yang
meliputi sifat fisis, komposisi, perubahan, dan energi yang dihasilkan. Dalam
ilmu FISIKA mempelajari tentang Radioaktif. Radioaktif itu sendiri merupakan
sifat suatu zat yang dapat memancarkan radiasi karena kondisi zat yang tidak
stabil.
Sungguh merupakan suatu kebanggaan dari penulis
apabila makalah ini dapat terpakai sesuai fungsinya, dan pembacanya dapat
mengerti dengan jelas apa yang dibahas didalamnya.
Kami juga
menyadari bahwa makalah ini masih banyak memiliki kekurangan.
Oleh karena itu, segala kritikan dan saran yang membangun, sungguh
sangat diharapkan demi memperbaiki pembuatan makalah di kemudian hari.
Kaliorang,
18 Februari 2013
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR...................................................................... i
DAFTAR ISI..................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN......................................................................... 1
A.
Latar belakang........................................................................................ 1
B. Tujuan................................................................................................................ 1
BAB II PEMBAHASAN.............................................................................................. 2
A. Pengertian zat radioaktif....................................................................................... 2
B. Kegunaan
radioaktif diBidang Kedokteran............................................. 2
C. DAMPAK
RADIOAKTIF............................................................................ 3
BAB III PENUTUP..................................................................................... 5
A.
KESIMPULAN............................................................................................. 5
B.
SARAN................................................................................................ 5
DAFTAR PUSAKA................................................................................... 6
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Tahukah anda bahwa di sekitar kita ternyata banyak sekali terdapat
radiasi? Disadari ataupun tanpa disadari ternyata disekitar kita baik
dirumah, di kantor, dipasar, dilapangan, maupun ditempat-tempat umum lainnya
ternyata banyak sekali radiasi. Yang perlu diketahui selanjutnya adalah sejauh
mana radiasi tersebut dapat berpengaruh buruk terhadap kesehatan kita.
Radiasi dalam istilah
fisika, pada dasarnya adalah suatu cara perambatan energi dari sumber energi ke
lingkungannya tanpa membutuhkan medium. Beberapa contohnya adalah perambatan
panas, perambatan cahaya, dan perambatan gelombang radio. Selain radiasi,
energi dapat juga dipindahkan dengan cara konduksi, kohesi, dan konveksi. Dalam
istilah sehari-hari radiasi selalu diasosiasikan sebagai radioaktif sebagai
sumber radiasi pengion.
Secara garis besar ada
dua jenis radiasi yakni radiasi pengion dan radiasi bukan pengion. Radiasi
pengion adalah radiasi yang dapat menyebabkan proses terlepasnya electron dari atom
sehingga terbentuk pasangan ion. Karena sifatnya yang dapat mengionisasi bahan
termasuk tubuh kita maka radiasi pengion perlu diwaspadai adanya utamanya
mengenai sumber-sumbernya, jenis-jenis, sifat-nya, akibatnya, dan bagaimana
cara menghindarinya.
B.
TUJUAN
Mengetahui kegunaan radioisotop dalam bidang kedokteran yang digunaakan
sebagai penunjang kesehatan serta meningkatkan kemaslahatan umat manusia.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian zat radioaktif
Tahukah
anda apakah itu radioaktif ? Bagaimana dengan kegunaannya ? Zat radio aktif adalah setiap
zat yang memancarkan radiasi pengion dengan aktivitas jenis lebih besar
daripada 70 kBq/kg atau 2 nCi/g (tujuh puluh kilobecquerel per kilogram atau
dua nanocurie per gram). Angka 70 kBq/kg (2 nCi/g) tersebut merupakan patokan
dasar untuk suatu zat dapat disebut zat radioaktif pada umum-nya yang
ditetapkan berdasarkan ketentuan dari Badan Tenaga Atom Internasional
(International Atomic Energy Agency). Namun, masih terdapat beberapa zat yang
walaupun mempunyai aktivitas jenis lebih rendah daripada batas itu dapat
dianggap sebagai zat radioaktif karena tidak mungkin ditentukan batas yang sama
bagi semua zat jika mengingat sifat masing-masing zat tersebut berbeda.
Gejala keradioaktifan (radioaktifitas) pertama kali ditemukan
secara tidak sengaja oleh Henry Becquerel pada suatu garam uranium. Selanjutnya
Pierre & Marry currie menemukan zat-zat radioaktif lainnya yaitu polonium
dan radium. Zat-zat radioaktif adalah suatu zat yang aktif memancarkan radiasi
baik berupa partikel maupun berupa gelombang elektromagnetik.
B.
Kegunaan
radioaktif diBidang Kedokteran
Adapun beberapa kegunaan radioaktif
dalam bidang kedokteran, yaitu:
1) Sterilisasi Radiasi.
Radiasi dalam dosis tertentu dapat mematikan mikroorganisme
sehingga dapat digunakan untuk sterilisasi alat-alat kedokteran. Steritisasi
dengan cara radiasi mempunyai beberapa keunggulan jika dibandingkan dengan
sterilisasi konvensional (menggunakan bahan kimia), yaitu:
a) Sterilisasi radiasi
lebih sempurna dalam mematikan mikroorganisme.
b) Sterilisasi radiasi
tidak meninggalkan residu bahan kimia.
c) Karena dikemas dulu baru disetrilkan maka alat tersebut tidak
mungkin tercemar bakteri lagi sampai kemasan terbuka. Berbeda dengan cara
konvensional, yaitu disterilkan dulu baru dikemas, maka dalam proses pengemasan
masih ada kemungkinan terkena bibit penyakit.
2) Terapi Tumor Atau Kanker.
Berbagai
jenis tumor atau kanker dapat diterapi dengan radiasi. Sebenarnya, baik sel normal
maupun sel kanker dapat dirusak oleh radiasi tetapi sel kanker atau tumor
ternyata lebih sensitif (lebih mudah rusak). Oleh karena itu, sel kanker atau
tumor dapat dimatikan dengan mengarahkan radiasi secara tepat pada sel-sel
kanker tersebut.
Berbagai jenis radio isotop digunakan sebagai
perunut untuk mendeteksi (diagnosa) berbagai jenis penyakit misalnya: Teknesium (Tc-99), Talium-201 (Ti-201), Iodin
131(1-131), Natrium-24 (Na-24), Ksenon-133 (xe-133) dan Besi (Fe-59). Tc-99 yang disuntikkan ke dalam
pembuluh darah akan diserap terutama oleh jaringan yang rusak pada organ
tertentu, seperti jantung, hati dan paru-paru Sebaliknya Ti-201 terutama akan
diserap oleh jaringan yang sehat pada organ jantung. Oleh karena itu, kedua
isotop itu digunakan secara bersama-sama untuk mendeteksi kerusakan jantung
1-131
akan diserap oleh kelenjar gondok, hati dan bagian-bagian tertentu dari otak.
Oleh karena itu, 1-131 dapat digunakan untuk mendeteksi kerusakan pada kelenjar
gondok, hati dan untuk mendeteksi tumor otak. Larutan garam yang mengandung
Na-24 disuntikkan ke dalam pembuluh darah untuk mendeteksi adanya gangguan
peredaran darah misalnya apakah ada penyumbatan dengan mendeteksi sinar gamma
yang dipancarkan isotop Natrium tsb.
Xe-133
digunakan untuk mendeteksi penyakit paru-paru. P-32 untuk penyakit mata, tumor
dan hati. Fe-59 untuk mempelajari pembentukan sel darah merah. Kadang-kadang,
radioisotop yang digunakan untuk diagnosa, juga digunakan untuk terapi yaitu
dengan dosis yang lebih kuat misalnya, 1-131 juga digunakan untuk terapi kanker
kelenjar tiroid.
C.
DAMPAK RADIOAKTIF
Pengertian
atau arti definisi pencemaran radioaktif adalah suatu pencemaran lingkungan
yang disebabkan oleh debu radioaktif akibat terjadinya ledakan reaktor-reaktor
atom serta bom atom. Yang paling berbahaya dari pencemaran radioaktif seperti
nuklir adalah radiasi sinar alpha, beta dan gamma yang sangat membahayakan
makhluk hidup di sekitarnya. Selain itu partikel-partikel neutron yang
dihasilkan juga berbahaya. Zat radioaktif pencemar lingkungan yang biasa
ditemukan adalah 90SR merupakan karsinogen tulang dan 131J.
Apabila
ada makhluk hidup yang terkena radiasi atom nuklir yang berbahaya biasanya akan
terjadi mutasi gen karena terjadi perubahan struktur zat serta pola reaksi
kimia yang merusak sel-sel tubuh makhluk hidup baik tumbuh-tumbuhan maupun
hewan atau binatang.
Begitu
pula pada bidang kedokteran. Namun, pada penggunaan radioaktif dalam bidang
kedokteran telah mengalami proses penelitian serta uji coba yang sanggat modern
sehingga menjamin keamanan pasien.
Efek
serta Akibat yang ditimbulkan oleh radiasi zat radioaktif pada umat manusia
seperti berikut di bawah ini.
1. Pusing-pusing
2. Nafsu makan berkurang atau hilang
3. Terjadi diare
4. Badan panas atau demam
5. Berat badan turun
6. Kanker darah atau leukimia
7. Meningkatnya denyut jantung atau nadi
8. Daya tahan tubuh berkurang sehingga mudah terserang penyakit akibat sel
darah putih yang jumlahnya berkurang
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Dari sekian banyak radioisotop di alam dengan
berbagai efek merugikan yang ditimbulkan, ternyata memiliki fungsi lain pada
bidang lain yang jauh kebih bermanfaat bagi kemaslahatan umat manusia. Namun pada kondisi tertentu, dibutuhkan
kemajuan tekhnologi sebagai penunjang
keselamatan serta dibutuhkan pula sumberdaya manusia yang cukup.
Bagaimana jika SDMnya tidak mendukung ?
Sehingga dalam perkembangannya, dibutuhkan keseimbanga antar keduanya.
B. SARAN
1.
Masalah zat radioaktif dan
radioisotop hendaknya tidak ditafsirkan sebagai satu fenomena yang
menakutkan.
2. Penggunaan radioaktif dan
radioisotop hendaknya dibarengi pengetahuan dan teknologi yang tinggi.
3. Penerapan dalam diagnosa
berbagai penyakit hendaknya memikirkan efek-efek yang akan ditimbulkan.
4. Diharapkan penggunaan zat radioaktif dan radioisotop ini untuk
kemakmuran dan kesejahteraan umat manusia.
DAFTAR PUSAKA
radioaktif/bahaya%20radioaktif.htm
Langganan:
Postingan (Atom)











