Kamis, 02 Oktober 2014

M. Nurcholis | Bulgogi Beef Recipes


Korean Bulgogi Recipe 

Berikut ini bahan-bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan Korean Bulgogi. Harap perhatikan baik-baik jumlah takarannya ya, agar hasilnya sesuai dengan yang diharapkan.

Bahan Yang Dibutuhkan
  • 450 gram sukiyaki, potong-potong
  • 1 buah bawang bombay, iris panjang
  • 2 siung bawang putih, cincang halus
  • 1 ; jahe, cincang halus
  • ½ sdt merica hitam, tumbuk halus
  • 1 sdm wijen sangrai, haluskan
  • 135  ml light soy sauce
  • 15 ml dark soy sauce
  • 250 ml air
  • ½ sdm gula pasir
  • ½ sdm minyak wijen
Bahan Taburan
1 sdm wijen putih, sangrai
Berikut ini langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam proses pembuatan hidangan Korean Bulgogi. Perhatikan setiap langkah dengan cermat, terutama pada hal-hal yang menyangkut waktu / durasi pemrosesan dan takarannya. Jangan sampai masakan / minuman Anda gagal hanya gara-gara kurang teliti.

Cara Membuat
  • Campur sukiyaki, bawang bombay, bawang putih, jahe, merica hitam, wijen, light soy sauce, dark soy sauce, air, gula pasir, dan minyak wijen. Aduk rata. Diamkan selama 2 jam dalam lemari es.
  • Panggang semua adonan di atas wajan anti lengket sampai matang.
  • Sajikan dengan taburan wijen putih.

Selasa, 16 September 2014

Biografi M. Nurcholis



M. Nurcholis or Kang hyun sangs biografi


M, Nurcholis lahir pada tanggal 24 september 1995, di kaliorang. Dia adalah anak dari pasangan suami istri Bapak Arbain dan ibu Maisinah.. Ayahnya adalah orang asli pedalaman Kalimantan. Ya, tepatnya adalah orang pribumi pulau Kalimantan, Dayak. Sang Ibu adalah penduduk pendatang dari daerah Jawa timur, yang merantau ke tanah pribumi Borneo. Tepatnya, sang ibu adalah transmigran dari Nganjuk, Malang, Jawa Timur. Yang kemudian menikah dengan orang pribumi Borneo, Sang Ayah Arbain yng menikah sekitar 40 tahun yang lalu. Kemudian mereka memiliki 9 oranng anak yang merupakan saudara-saudara dari hyun sang atau M, Nurcholis. Hyun sang adalah anak ke 7 dari 9 bersaudara. Kakak pertamanya adalah Fadillah. Namun ia meninggal pada usia 7 tahun akibat penyakit varissella. Setelah itu, ia memiliki 4 kakak perempuan yang terdiri dari mbak ending, vina, shanty, hanny. Hyun sang juga mempunyai satu kakak laki-laki, yaitu mas gufron. Hyun sang juha memiliki 2 adik yang bernama saha, dan rizli. Jadi anak pasangan suami istri Arbain dan Maisinah ini terdiri dari 4 orang anak perempuan dan 4 orang anak laki-laki. Dan hyun sang adalah bagian dari 4 anak laki laki yang merupakan adik dari 4 kakak perempuannya.
M. Nurcholis yang mempunyai nama korea kang hyun sang ini tidak pernah menempuh pembelajaran di bangku sekolah diluar daerah. Ia hanya bersekolah disekolah yang ada di wilayah tempat ia dilahirkan. Untingnya, didaerah kelahirannya sekolah-sekolah sudah dibangun sesuai perkembangan jaman. Sehingga ia tetep bias bersekolah tanpa harus keluar dari daerah kelahirannya. Pada usia 7 tahun ia mulai menempuh pelajaran disekolah dasar, yaitu SDN 008 Kaliorang. Ia bersekolah dengan cukup baik. Hyun sang bukan anak yang sangat pintar dikelas, namun ia bias mengikuti dan menangkap pelajaran dengan baik. Ia bias mengikuti pembelajaran tanpa ada hambatan hingga 6 tahun selanjutnya ia lulus dari sekolah dasar tersebut. Tidak menjadi yang terbaik dikelas tidak melemahkan semangatnya dalam belajar. Ia terus belajar sehingga ia pernah mendapatkan juara 3 besar, 5 besar, dan juga sepuluh besar dalam pembelajaran dikelasnya selama 6 tahun pembelajaran.
Hyun sang melanjutkan pendidikannya dengan mendaftar sebagai siswa di sekolah menengah pertama di daerahnya. SMPN 1 kaliorang. (describe to be continued). Selanjutnya ia melanjutkan perjalanannya didunia pendidikan dengan masuk ke sekolah menengah atas di desanya. Sekolah itu adalah SMA Negeri satu-satunya di desanya. Namun, hal itu bukan penghalang ataupun masalah. Karena walaupun sekolah ini berada dipelosok dengan jangkauan pengawasan dari dinas pendidikan kurang memadai, sekolah ini tetap mampu mengembangkan sayapnya dengan mengikuti setiap perlombaan yang diadakan oleh berbagai lembaga yang ada di tingkat kabupaten. Hyun sang juga pernah mengikuti salah satu perlombaan tersebut. Diantaranya yaitu: olimpiade sains biologi tahun 2010. LCC tap MPRS dan UUD 1945 tahun 2011 tingkat kabupaten. Walaupun hasil baik belum ia peroleh, namun ia tetap semangat dalam menghadapinya. Hal yang menurutnya berharga adalah menjadi kepercayaan bagi sekolahnya untuk dapat melakukan yang terbaik. Dan juga menurutnya kesempatan mengikuti perlombaan semacamnya, merupakan kesempatan untuk bagaimana kita mengasah dan melatih kekuatan mental kita serta mengajarkan perilaku gigih dan selalu bermotivasi tinggi. Oleh karena itu, ia terus belajar dan memanfaatkan waktunya dirumah dengan rajin belajar. Ada waktu untuk bermain, belajar dan juga membantu keluarga mengurus ternak sapinya, si woo. Tentunya hal itu ia lakukan untuk menjadi salah satu siswa terbaik diangkatannya. Dengan kerja keras dan kegigihannya, ia pernah menjadi juara umum angkatannya, juara 3 umum angkatannya, dan juga juara 2 angkatannya pada akhir semester kelulusan.
Masa-masa pasca-un 2013. Ia habiskan waktu bersama teman-temannya. Melukiskan kenangan bersama teman sekelasnya. Ipa yuu 2013.
Setelah kelulusan, hyun sang mencoba mendaftar di berbagai universitas, mencari dan menyesuaikan kemampuan yang ia miliki…….
SNMPTN 2013.       Prodi 1: hubungan internasional, univ brawijaya malang.
                        Prodi 2. Fkip fisika, unmul kaltim.
Ia mengajukan beasiswa bidikmisi besertanya. Dinyatakan lulus untuk prodi 2.
Namun ia mendapat tentangan..
SBMPTN univ POLNES samarinda seberang. Kaltim, dinyatakan lulus prodi ilmu tehnik komunikasi. Namun untuk kedua kalinya ia mendapat tentangan.
Selanjutnya ia mendaftar kembali disalah satu univ. negeri keperawatan, namun ia tidak lolos seleksi.
Kemudian ia mendaftar lagi disalah satu akademi prodi keperawatan milik pemerintah provinsi dan ia dinyatakan lulus. Ia mengikuti segala tahapan seleksi dan dinyatakan lulus murni tes. Dan diterima menjadi mahasiswa akademi.

Inilah perjalanan hyun sang
Semoga dapat menjadi gambaran dalam berfikir kita semua, bahwa:
“tidak ada hal yang mudah untuk kita dapatkan, kecuali kita mau berusaha untuk memperolehnya sendiri.”
“terkadang tidak semua yang kita dapatkan., sesuai dengan apa yang kita impikan sebelumnya., yang pada akhirnya kita harus mensyukurinya karena, ketahuilah itu adalah jalan yang sebenarnya harus kita lalui.”
God always love you  Hyun sang story
                       

Senin, 18 Maret 2013

Pemanfaatan Radioaktif dalam Bidang Kedokteran



ini adalah salah satu contoh makalah fisika mengenai pemanfaatan radioisotop

semoga bermanfaat. by M. Nurcholis, Nabylatun Nadira (XII IPA 2013 SMAN 1 KALIORANG)



Kata pengantar
Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan karunianya-Nyalah Kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik. Kami mengucapkan terima kasih kepada Guru pembimbing bidang studi FISIKA, serta teman- teman yang telah membantu dalam penyelesaian tugas membuat makalah pemanfaatan radioaktif.
Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang pemanfaatan radioaktif dalam bidang kedokteran.
FISIKA adalah ilmu yang mempelajari tentang materi atau zat yang meliputi sifat fisis, komposisi, perubahan, dan energi yang dihasilkan. Dalam ilmu FISIKA mempelajari tentang Radioaktif. Radioaktif itu sendiri merupakan sifat suatu zat yang dapat memancarkan radiasi karena kondisi zat yang tidak stabil. 
Sungguh merupakan suatu kebanggaan dari penulis apabila makalah ini dapat terpakai sesuai fungsinya, dan pembacanya dapat mengerti dengan jelas apa yang dibahas didalamnya.
Kami juga menyadari bahwa makalah ini masih banyak memiliki kekurangan.
Oleh karena itu, segala kritikan dan saran yang membangun, sungguh sangat diharapkan demi memperbaiki pembuatan makalah di kemudian hari.



                                                               Kaliorang, 18 Februari 2013

                                                                       Penulis


DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR...................................................................... i
DAFTAR ISI..................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN......................................................................... 1
A.     Latar belakang........................................................................................ 1
B.     Tujuan................................................................................................................ 1
BAB II PEMBAHASAN.............................................................................................. 2
A.     Pengertian  zat  radioaktif....................................................................................... 2
B.     Kegunaan radioaktif diBidang Kedokteran............................................. 2
C.      DAMPAK RADIOAKTIF............................................................................ 3
BAB III PENUTUP..................................................................................... 5
A.     KESIMPULAN............................................................................................. 5
B.      SARAN................................................................................................ 5

DAFTAR PUSAKA................................................................................... 6



BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Tahukah anda bahwa di sekitar kita ternyata banyak sekali terdapat radiasi? Disadari ataupun tanpa disadari ternyata disekitar kita baik dirumah, di kantor, dipasar, dilapangan, maupun ditempat-tempat umum lainnya ternyata banyak sekali radiasi. Yang perlu diketahui selanjutnya adalah sejauh mana radiasi tersebut dapat berpengaruh buruk terhadap kesehatan kita.
Radiasi dalam istilah fisika, pada dasarnya adalah suatu cara perambatan energi dari sumber energi ke lingkungannya tanpa membutuhkan medium. Beberapa contohnya adalah perambatan panas, perambatan cahaya, dan perambatan gelombang radio. Selain radiasi, energi dapat juga dipindahkan dengan cara konduksi, kohesi, dan konveksi. Dalam istilah sehari-hari radiasi selalu diasosiasikan sebagai radioaktif sebagai sumber radiasi pengion.
Secara garis besar ada dua jenis radiasi yakni radiasi pengion dan radiasi bukan pengion. Radiasi pengion adalah radiasi yang dapat menyebabkan proses terlepasnya electron dari atom sehingga terbentuk pasangan ion. Karena sifatnya yang dapat mengionisasi bahan termasuk tubuh kita maka radiasi pengion perlu diwaspadai adanya utamanya mengenai sumber-sumbernya, jenis-jenis, sifat-nya, akibatnya, dan bagaimana cara menghindarinya.


B.  TUJUAN

Mengetahui kegunaan radioisotop dalam bidang kedokteran yang digunaakan sebagai penunjang kesehatan serta meningkatkan kemaslahatan umat manusia.



BAB II
PEMBAHASAN

A.   Pengertian  zat  radioaktif

Tahukah anda apakah itu radioaktif ? Bagaimana dengan kegunaannya ? Zat radio aktif adalah setiap zat yang memancarkan radiasi pengion dengan aktivitas jenis lebih besar daripada 70 kBq/kg atau 2 nCi/g (tujuh puluh kilobecquerel per kilogram atau dua nanocurie per gram). Angka 70 kBq/kg (2 nCi/g) tersebut merupakan patokan dasar untuk suatu zat dapat disebut zat radioaktif pada umum-nya yang ditetapkan berdasarkan ketentuan dari Badan Tenaga Atom Internasional (International Atomic Energy Agency). Namun, masih terdapat beberapa zat yang walaupun mempunyai aktivitas jenis lebih rendah daripada batas itu dapat dianggap sebagai zat radioaktif karena tidak mungkin ditentukan batas yang sama bagi semua zat jika mengingat sifat masing-masing zat tersebut berbeda.



Gejala keradioaktifan (radioaktifitas) pertama kali ditemukan secara tidak sengaja oleh Henry Becquerel pada suatu garam uranium. Selanjutnya Pierre & Marry currie menemukan zat-zat radioaktif lainnya yaitu polonium dan radium. Zat-zat radioaktif adalah suatu zat yang aktif memancarkan radiasi baik berupa partikel maupun berupa gelombang elektromagnetik.


B.    Kegunaan radioaktif diBidang Kedokteran
Adapun beberapa kegunaan radioaktif dalam bidang kedokteran, yaitu:

1) Sterilisasi Radiasi.
Radiasi dalam dosis tertentu dapat mematikan mikroorganisme sehingga dapat digunakan untuk sterilisasi alat-alat kedokteran. Steritisasi dengan cara radiasi mempunyai beberapa keunggulan jika dibandingkan dengan sterilisasi konvensional (menggunakan bahan kimia), yaitu:
a) Sterilisasi radiasi lebih sempurna dalam mematikan mikroorganisme.
b) Sterilisasi radiasi tidak meninggalkan residu bahan kimia.
c) Karena dikemas dulu baru disetrilkan maka alat tersebut tidak mungkin tercemar bakteri lagi sampai kemasan terbuka. Berbeda dengan cara konvensional, yaitu disterilkan dulu baru dikemas, maka dalam proses pengemasan masih ada kemungkinan terkena bibit penyakit.

2) Terapi Tumor Atau Kanker.

Berbagai jenis tumor atau kanker dapat diterapi dengan radiasi. Sebenarnya, baik sel normal maupun sel kanker dapat dirusak oleh radiasi tetapi sel kanker atau tumor ternyata lebih sensitif (lebih mudah rusak). Oleh karena itu, sel kanker atau tumor dapat dimatikan dengan mengarahkan radiasi secara tepat pada sel-sel kanker tersebut.
Berbagai jenis radio isotop digunakan sebagai perunut untuk mendeteksi (diagnosa) berbagai jenis penyakit misalnya:      Teknesium (Tc-99), Talium-201 (Ti-201), Iodin 131(1-131), Natrium-24 (Na-24), Ksenon-133 (xe-133) dan Besi (Fe-59).                     Tc-99 yang disuntikkan ke dalam pembuluh darah akan diserap terutama oleh jaringan yang rusak pada organ tertentu, seperti jantung, hati dan paru-paru Sebaliknya Ti-201 terutama akan diserap oleh jaringan yang sehat pada organ jantung. Oleh karena itu, kedua isotop itu digunakan secara bersama-sama untuk mendeteksi kerusakan jantung
1-131 akan diserap oleh kelenjar gondok, hati dan bagian-bagian tertentu dari otak. Oleh karena itu, 1-131 dapat digunakan untuk mendeteksi kerusakan pada kelenjar gondok, hati dan untuk mendeteksi tumor otak. Larutan garam yang mengandung Na-24 disuntikkan ke dalam pembuluh darah untuk mendeteksi adanya gangguan peredaran darah misalnya apakah ada penyumbatan dengan mendeteksi sinar gamma yang dipancarkan isotop Natrium tsb.
Xe-133 digunakan untuk mendeteksi penyakit paru-paru. P-32 untuk penyakit mata, tumor dan hati. Fe-59 untuk mempelajari pembentukan sel darah merah. Kadang-kadang, radioisotop yang digunakan untuk diagnosa, juga digunakan untuk terapi yaitu dengan dosis yang lebih kuat misalnya, 1-131 juga digunakan untuk terapi kanker kelenjar tiroid.


C.    DAMPAK RADIOAKTIF

Pengertian atau arti definisi pencemaran radioaktif adalah suatu pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh debu radioaktif akibat terjadinya ledakan reaktor-reaktor atom serta bom atom. Yang paling berbahaya dari pencemaran radioaktif seperti nuklir adalah radiasi sinar alpha, beta dan gamma yang sangat membahayakan makhluk hidup di sekitarnya. Selain itu partikel-partikel neutron yang dihasilkan juga berbahaya. Zat radioaktif pencemar lingkungan yang biasa ditemukan adalah 90SR merupakan karsinogen tulang dan 131J.
Apabila ada makhluk hidup yang terkena radiasi atom nuklir yang berbahaya biasanya akan terjadi mutasi gen karena terjadi perubahan struktur zat serta pola reaksi kimia yang merusak sel-sel tubuh makhluk hidup baik tumbuh-tumbuhan maupun hewan atau binatang.
Begitu pula pada bidang kedokteran. Namun, pada penggunaan radioaktif dalam bidang kedokteran telah mengalami proses penelitian serta uji coba yang sanggat modern sehingga menjamin keamanan pasien.


Efek serta Akibat yang ditimbulkan oleh radiasi zat radioaktif pada umat manusia seperti berikut di bawah ini.

1. Pusing-pusing


2. Nafsu makan berkurang atau hilang
3. Terjadi diare
4. Badan panas atau demam
5. Berat badan turun
6. Kanker darah atau leukimia
7. Meningkatnya denyut jantung atau nadi
8. Daya tahan tubuh berkurang sehingga mudah terserang penyakit akibat sel darah putih   yang jumlahnya berkurang



BAB III
PENUTUP

A.   KESIMPULAN
Dari sekian banyak radioisotop di alam dengan berbagai efek merugikan yang ditimbulkan, ternyata memiliki fungsi lain pada bidang lain yang jauh kebih bermanfaat bagi kemaslahatan umat manusia.  Namun pada kondisi tertentu, dibutuhkan kemajuan tekhnologi sebagai penunjang  keselamatan serta dibutuhkan pula sumberdaya manusia yang cukup. Bagaimana jika SDMnya tidak mendukung ?  Sehingga dalam perkembangannya, dibutuhkan keseimbanga antar keduanya.
B.    SARAN
1.        Masalah zat radioaktif dan radioisotop hendaknya tidak ditafsirkan sebagai satu  fenomena yang menakutkan.
2.        Penggunaan radioaktif dan radioisotop hendaknya dibarengi pengetahuan dan teknologi yang tinggi.
3.        Penerapan dalam diagnosa berbagai penyakit hendaknya memikirkan efek-efek yang akan ditimbulkan.
4.       Diharapkan penggunaan zat radioaktif dan radioisotop ini untuk kemakmuran dan kesejahteraan umat manusia.


DAFTAR PUSAKA


radioaktif/bahaya%20radioaktif.htm